Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Bina pada fi‘il dan huruf · Alfiyah — Syarah Pembelajaran
Koleksi belajar
NAHWU & SHARAF · EDISI AWAL

Alfiyah Syarah Pembelajaran

Pahami kaidahnya. Uraikan kalimatnya.

71 bait20 pelajaran60 latihan
ألفيةابن مالك

Edisi awal: mukadimah dan tiga bab pertama, bait 1–71. Bab al-‘Alam dan bagian sesudahnya belum dimasukkan.

PELAJARAN 6 DARI 20 · BAIT 19–22

Bina pada fi‘il dan huruf

بناء الأفعال والحروف

Menentukan keadaan mudhari‘ ketika tersambung nun serta mengenali jenis tanda bina.

Bekal sebelum membaca

Pelajaran 5: bedakan bentuk kata dari kedudukannya dalam kalimat.

Buka pengantar dasar ↗

01 Baca matannya

وَفِعْلُ أَمْرٍ وَمُضِيٍّ بُنِيَا

وَأَعْرَبُوا مُضَارِعًا إِنْ عَرِيَا

Terjemahan maksud

Fi‘il amar dan madhi bersifat mabni. Mudhari‘ dii‘rabkan apabila terbebas—

مِنْ نُونِ تَوْكِيدٍ مُبَاشِرٍ وَمِنْ

نُونِ إِنَاثٍ كَيَرُعْنَ مَنْ فُتِنْ

Terjemahan maksud

—dari nun taukid yang langsung melekat dan dari nun perempuan, seperti yaru‘na man futin.

وَكُلُّ حَرْفٍ مُسْتَحِقٌّ لِلْبِنَا

وَالْأَصْلُ فِي الْمَبْنِيِّ أَنْ يُسَكَّنَا

Terjemahan maksud

Setiap huruf bersifat mabni. Pada dasarnya, bentuk bina adalah sukun.

وَمِنْهُ ذُو فَتْحٍ وَذُو كَسْرٍ وَضَمْ

كَأَيْنَ أَمْسِ حَيْثُ وَالسَّاكِنِ كَمْ

Terjemahan maksud

Ada pula yang dibina dengan fathah, kasrah, atau dhammah, seperti ayna, amsi, haytsu; contoh yang bersukun ialah kam.

02 Kosakata kunci

Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.

عَرِيَا
terbebas
مُبَاشِرٍ
langsung melekat
نُونِ إِنَاثٍ
nun untuk pelaku perempuan jamak
الْبِنَا
bina; tetapnya bentuk akhir

03 Pahami kaidahnya

Madhi dan amar

Dalam analisis yang diikuti nazam, madhi dan amar bersifat mabni. Madhi seperti كَتَبَ dibina pada fathah, كَتَبُوا pada dhammah, dan كَتَبْتُ pada sukun. Amar seperti اُكْتُبْ dibina pada sukun; amar dari fi‘il mu‘tal dapat dibina dengan membuang huruf ‘illat, dan amar untuk bentuk tertentu dibina dengan membuang nun. Jadi mabni tidak berarti selalu berakhir sukun.

Kapan mudhari‘ menjadi mabni?

Pada asal pembahasan ini mudhari‘ mu‘rab, kecuali tersambung nun taukid secara langsung atau nun niswah. Dalam لَيَكْتُبَنَّ, fi‘il dibina pada fathah karena nun taukid langsung melekat. Dalam هُنَّ يَكْتُبْنَ, fi‘il dibina pada sukun karena nun niswah. Nun niswah adalah dhamir pelaku; nun taukid ialah penegas, sehingga keduanya berbeda fungsi.

Semua huruf mabni

Huruf seperti مِنْ, لَنْ, dan فِي bersifat mabni dan tidak mempunyai kedudukan i‘rab. Bait 22 memberi contoh tanda bina pada isim: أَيْنَ dengan fathah, أَمْسِ dengan kasrah dalam pemakaian yang dimaksud, حَيْثُ dengan dhammah, dan كَمْ dengan sukun. Harakat-harakat ini adalah tanda bina; tidak otomatis berarti kata itu manshub, majrur, atau marfu‘.

Pendalaman & batas penerapan

Syarat “langsung” pada nun taukid penting. Jika ada pemisah seperti alif tatsniyah, hukumnya tidak disamakan dengan sambungan langsung. Rincian bentuk penegasan untuk jamak dan mukhathabah akan lebih mudah setelah bentuk lima fi‘il dipahami. Ibnu Aqil juga mencatat perbedaan analisis ulama tentang amar; pelajaran inti mengikuti pilihan nazam.

04 Uraikan kalimatnya

الطَّالِبَاتُ يَكْتُبْنَ

Para siswi menulis.

Lihat analisis i‘rab

الطَّالِبَاتُ: mubtada marfu‘. يَكْتُبْنَ: mudhari‘ mabni pada sukun; nun niswah dhamir dalam kedudukan rafa‘ sebagai fa‘il. Jumlah fi‘liyah menjadi khabar.

اُكْتُبْ

Tulislah.

Lihat analisis i‘rab

Fi‘il amar mabni pada sukun; fa‘ilnya dhamir أَنْتَ yang wajib tersembunyi.

05 Uji pemahamanmu

Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.

  1. Mengapa يَكْتُبْنَ mabni?

    Buka pembahasan

    Karena tersambung nun niswah; binanya sukun, sedangkan nun adalah fa‘il.

  2. Apakah semua mabni berakhir sukun?

    Buka pembahasan

    Tidak. Ada bina pada fathah, kasrah, dhammah, maupun penghapusan sesuai jenis kata.

  3. Apakah nun taukid berfungsi sebagai pelaku?

    Buka pembahasan

    Tidak. Ia penegas; berbeda dari nun niswah yang merupakan dhamir pelaku.

Rujukan pelajaran

Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 36–41 ↗

Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.

Buka halaman matan pembanding ↗

Asal naskah dan catatan penyusunan

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Alfiyah — Syarah Pembelajaran · Pelajaran 6 · Bina pada fi‘il dan hurufEdisi awal · revisi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan