Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Empat keadaan i‘rab dan tanda asal · Alfiyah — Syarah Pembelajaran
Koleksi belajar
NAHWU & SHARAF · EDISI AWAL

Alfiyah Syarah Pembelajaran

Pahami kaidahnya. Uraikan kalimatnya.

71 bait20 pelajaran60 latihan
ألفيةابن مالك

Edisi awal: mukadimah dan tiga bab pertama, bait 1–71. Bab al-‘Alam dan bagian sesudahnya belum dimasukkan.

PELAJARAN 7 DARI 20 · BAIT 23–26

Empat keadaan i‘rab dan tanda asal

أنواع الإعراب وعلاماته الأصلية

Memisahkan keadaan i‘rab, fungsi kata, dan tanda yang menunjukkan keadaan tersebut.

Bekal sebelum membaca

Pelajaran 5–6: mu‘rab dan mabni.

Buka pengantar dasar ↗

01 Baca matannya

وَالرَّفْعَ وَالنَّصْبَ اجْعَلَنْ إِعْرَابَا

لِاسْمٍ وَفِعْلٍ نَحْوُ لَنْ أَهَابَا

Terjemahan maksud

Rafa‘ dan nashab menjadi keadaan i‘rab bagi isim dan fi‘il, seperti lan ahaba.

وَالِاسْمُ قَدْ خُصِّصَ بِالْجَرِّ كَمَا

قَدْ خُصِّصَ الْفِعْلُ بِأَنْ يَنْجَزِمَا

Terjemahan maksud

Isim memiliki jar secara khusus, sebagaimana fi‘il memiliki jazm secara khusus.

فَارْفَعْ بِضَمٍّ وَانْصِبَنْ فَتْحًا وَجُرْ

كَسْرًا كَذِكْرُ اللَّهِ عَبْدَهُ يَسُرْ

Terjemahan maksud

Tandai rafa‘ dengan dhammah, nashab dengan fathah, dan jar dengan kasrah, seperti pada “dzikrullahi ‘abdahu yasurru”.

وَاجْزِمْ بِتَسْكِينٍ وَغَيْرُ مَا ذُكِرْ

يَنُوبُ نَحْوُ جَا أَخُو بَنِي نَمِرْ

Terjemahan maksud

Tandai jazm dengan sukun. Tanda lain dapat menggantikannya, seperti dalam “telah datang saudara Bani Namir”.

02 Kosakata kunci

Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.

الرَّفْعَ
rafa‘
النَّصْبَ
nashab
الْجَرِّ
jar
يَنُوبُ
menggantikan

03 Pahami kaidahnya

Empat keadaan, bukan empat bunyi semata

Isim dapat rafa‘, nashab, atau jar; mudhari‘ yang mu‘rab dapat rafa‘, nashab, atau jazm. Isim tidak dijazmkan dan fi‘il tidak dijarkan. Rafa‘ dan nashab terdapat pada kedua jenis itu, sedangkan jar khusus isim dan jazm khusus fi‘il. Istilah marfu‘ atau manshub menyatakan keadaan kata, bukan semata bunyi akhirnya.

Tentukan fungsi sebelum tanda

Dalam contoh sederhana, fa‘il itu marfu‘ dan maf‘ul bih itu manshub. Setelah menentukan fungsi, periksa jenis katanya untuk menetapkan tanda. Tanda asal rafa‘ ialah dhammah; nashab fathah; jar kasrah; jazm sukun. Tetapi tanda dapat diganti: أَخُو pada bait 26 marfu‘ dengan waw. Inilah pengantar bagi kelompok tanda pengganti pada pelajaran-pelajaran berikutnya.

Membaca contoh padat di dalam bait

Ungkapan ذِكْرُ اللَّهِ عَبْدَهُ يَسُرُّ berarti “Allah mengingat hamba-Nya menggembirakan”. ذِكْرُ menjadi mubtada; lafaz Allah mudhaf ilaih secara lafaz dan pelaku dari mashdar secara makna; عَبْدَهُ adalah objek mashdar. Penempatan contoh ini menunjukkan bahwa tiga tanda i‘rab dapat muncul dalam satu rangkaian. Untuk latihan awal, kita mulai dari kalimat yang lebih sederhana.

Pendalaman & batas penerapan

Satu label i‘rab dapat memiliki tanda berbeda sesuai kelompok kata. Karena itu “marfu‘ dengan waw” tidak bertentangan dengan “rafa‘ bertanda asal dhammah”. Yang pertama menyebut pengecualian tanda, bukan keadaan i‘rab yang baru.

04 Uraikan kalimatnya

قَرَأَ الطَّالِبُ الْكِتَابَ

Siswa membaca buku.

Lihat analisis i‘rab

قَرَأَ: madhi mabni pada fathah. الطَّالِبُ: fa‘il marfu‘ dengan dhammah. الْكِتَابَ: maf‘ul bih manshub dengan fathah. Fathah pada kata kerja adalah bina; fathah pada objek adalah i‘rab.

لَمْ يَجْلِسْ فِي الْبَيْتِ

Ia tidak duduk di rumah.

Lihat analisis i‘rab

يَجْلِسْ: mudhari‘ majzum oleh lam, tandanya sukun; fa‘ilnya هو yang tersembunyi. فِي: huruf jar. الْبَيْتِ: majrur dengan kasrah.

05 Uji pemahamanmu

Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.

  1. Apa dua keadaan yang dimiliki isim dan mudhari‘ mu‘rab?

    Buka pembahasan

    Rafa‘ dan nashab. Jar khusus isim, jazm khusus fi‘il.

  2. Mengapa الطالبُ pada قَرَأَ الطَّالِبُ berakhir dhammah?

    Buka pembahasan

    Karena menjadi fa‘il yang marfu‘, dan isim tunggal ini menggunakan dhammah sebagai tanda rafa‘.

  3. Apakah fathah selalu berarti nashab?

    Buka pembahasan

    Tidak. Fathah pada كَتَبَ adalah tanda bina fi‘il madhi.

Rujukan pelajaran

Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 41–43 ↗

Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.

Buka halaman matan pembanding ↗

Asal naskah dan catatan penyusunan

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Alfiyah — Syarah Pembelajaran · Pelajaran 7 · Empat keadaan i‘rab dan tanda asalEdisi awal · revisi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan