Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Asma sittah dan syarat i‘rab huruf · Alfiyah — Syarah Pembelajaran
Koleksi belajar
NAHWU & SHARAF · EDISI AWAL

Alfiyah Syarah Pembelajaran

Pahami kaidahnya. Uraikan kalimatnya.

71 bait20 pelajaran60 latihan
ألفيةابن مالك

Edisi awal: mukadimah dan tiga bab pertama, bait 1–71. Bab al-‘Alam dan bagian sesudahnya belum dimasukkan.

PELAJARAN 8 DARI 20 · BAIT 27–31

Asma sittah dan syarat i‘rab huruf

الأسماء الستة

Menggunakan waw, alif, dan ya pada asma sittah dengan memeriksa syaratnya.

Bekal sebelum membaca

Pelajaran 7: keadaan i‘rab dapat ditandai huruf pengganti harakat.

Buka pengantar dasar ↗

01 Baca matannya

وَارْفَعْ بِوَاوٍ وَانْصِبَنَّ بِالْأَلِفْ

وَاجْرُرْ بِيَاءٍ مَا مِنَ الْأَسْمَا أَصِفْ

Terjemahan maksud

Rafa‘kan dengan waw, nashabkan dengan alif, dan jarkan dengan ya isim-isim yang akan kusebutkan.

مِنْ ذَاكَ ذُو إِنْ صُحْبَةً أَبَانَا

وَالْفَمُ حَيْثُ الْمِيمُ مِنْهُ بَانَا

Terjemahan maksud

Di antaranya dzu jika bermakna pemilik, serta fam apabila huruf mimnya dilepaskan.

أَبٌ أَخٌ حَمٌ كَذَاكَ وَهَنْ

وَالنَّقْصُ فِي هَذَا الْأَخِيرِ أَحْسَنْ

Terjemahan maksud

Juga ab, akh, ham, dan han. Pada kata terakhir, pemakaian bentuk pendek lebih baik.

وَفِي أَبٍ وَتَالِيَيْهِ يَنْدُرُ

وَقَصْرُهَا مِنْ نَقْصِهِنَّ أَشْهَرُ

Terjemahan maksud

Pada ab dan dua kata sesudahnya, bentuk pendek itu jarang; pemakaian alif dalam semua keadaan lebih masyhur daripada bentuk pendek tersebut.

وَشَرْطُ ذَا الْإِعْرَابِ أَنْ يُضَفْنَ لَا

لِلْيَا كَجَا أَخُو أَبِيكَ ذَا اعْتِلَا

Terjemahan maksud

Syarat i‘rab ini ialah kata-kata itu diidhafahkan kepada selain ya pembicara, seperti “saudara ayahmu datang dengan memiliki kedudukan tinggi”.

02 Kosakata kunci

Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.

ذُو
pemilik
بَانَا
terpisah atau terlepas
النَّقْصُ
bentuk pendek dengan i‘rab harakat
يُضَفْنَ
diidhafahkan

03 Pahami kaidahnya

Enam kata yang dibahas

Kata-katanya ialah أَبٌ, أَخٌ, حَمٌ, فَمٌ, ذُو, dan هَنٌ. Dzu harus bermakna pemilik, dan fam memakai bentuk tanpa mim seperti فُوكَ. Dengan syaratnya, rafa‘ ditandai waw, nashab alif, dan jar ya. Bandingkan أَبُوكَ, أَبَاكَ, dan أَبِيكَ. Hubungan kekerabatan atau arti kata tidak menentukan i‘rab; fungsi dalam kalimatlah yang menentukan.

Periksa syarat sebelum mengganti tanda

Kata harus berbentuk tunggal, bukan tashghir, dan diidhafahkan kepada selain ya pembicara. Dalam جَاءَ أَبٌ, kata ab tidak diidhafahkan sehingga tanda rafa‘nya dhammah. Dalam جَاءَ أَبِي, mudhaf kepada ya pembicara tidak memakai waw sebagai tanda rafa‘; tanda diperkirakan pada huruf sebelum ya. Dalam bentuk ganda, ia mengikuti i‘rab mutsanna.

Mengapa sering disebut asma khamsah?

Han adalah kata kinayah yang antara lain digunakan untuk sesuatu yang tidak disebut terus terang. Pada kata ini, nazam mengutamakan bentuk pendek yang memakai harakat. Karena kelaziman tersebut, pembelajaran dasar sering memusatkan lima kata lainnya. Bait 30 juga mencatat bahasa qashr dan naqsh pada ab, akh, dan ham. Itu catatan variasi bahasa; pola utama latihan kita tetap waw, alif, dan ya dengan syaratnya.

Pendalaman & batas penerapan

Qashr dalam pembahasan ab dan saudaranya berarti penggunaan alif pada ketiga keadaan; naqsh berarti menghilangkan huruf tambahan dan menggunakan harakat. Jangan menyamakan qashr sebagai variasi ini dengan seluruh pembahasan isim maqshur tanpa melihat konteks.

04 Uraikan kalimatnya

جَاءَ أَبُوكَ

Ayahmu datang.

Lihat analisis i‘rab

أَبُو: fa‘il marfu‘ dengan waw karena termasuk asma sittah dan memenuhi syarat; ia mudhaf. Kaf dhamir dalam kedudukan jar sebagai mudhaf ilaih.

رَأَيْتُ أَبَاكَ وَمَرَرْتُ بِأَبِيكَ

Aku melihat ayahmu dan melewati ayahmu.

Lihat analisis i‘rab

أَبَا: maf‘ul bih manshub dengan alif. أَبِي setelah ba: majrur dengan ya. Kaf pada keduanya mudhaf ilaih, bukan penanda i‘rab.

05 Uji pemahamanmu

Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.

  1. Lengkapi رَأَيْتُ ... dengan “ayahmu”.

    Buka pembahasan

    أَبَاكَ, karena maf‘ul bih manshub dengan alif.

  2. Mengapa جَاءَ أَبٌ tidak memakai waw?

    Buka pembahasan

    Karena ab tidak diidhafahkan; ia dii‘rabkan dengan harakat.

  3. Apa syarat khusus ذُو?

    Buka pembahasan

    Bermakna صاحب, yakni pemilik; bukan setiap lafaz dzu dalam semua pemakaian.

Rujukan pelajaran

Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 43–54 ↗

Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.

Buka halaman matan pembanding ↗

Asal naskah dan catatan penyusunan

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Alfiyah — Syarah Pembelajaran · Pelajaran 8 · Asma sittah dan syarat i‘rab hurufEdisi awal · revisi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan