Mutsanna dan bentuk yang mengikutinya
المثنى والملحق به
Membedakan alif rafa‘ dan ya nashab/jar pada kata yang menunjukkan dua.
01 Baca matannya
بِالْأَلِفِ ارْفَعِ الْمُثَنَّى وَكِلَا
إِذَا بِمُضْمَرٍ مُضَافًا وُصِلَا
Terjemahan maksud
Rafa‘kan mutsanna dengan alif; demikian juga kila jika diidhafahkan kepada dhamir.
كِلْتَا كَذَاكَ اثْنَانِ وَاثْنَتَانِ
كَابْنَيْنِ وَابْنَتَيْنِ يَجْرِيَانِ
Terjemahan maksud
Kilta juga demikian. Itsnani dan itsnatani mengikuti i‘rab seperti ibnayni dan ibnatayni.
وَتَخْلُفُ الْيَا فِي جَمِيعِهَا الْأَلِفْ
جَرًّا وَنَصْبًا بَعْدَ فَتْحٍ قَدْ أُلِفْ
Terjemahan maksud
Ya menggantikan alif pada semua bentuk itu ketika jar dan nashab, didahului fathah yang dikenal.
02 Kosakata kunci
Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.
- الْمُثَنَّى
- bentuk yang menunjukkan dua
- بِمُضْمَرٍ
- kepada dhamir
- تَخْلُفُ
- menggantikan
- بَعْدَ فَتْحٍ
- setelah fathah
03 Pahami kaidahnya
Dua dengan pola yang teratur
Mutsanna menunjukkan dua melalui penambahan alif-nun atau ya-nun pada bentuk tunggal menurut syarat pembentukannya. طَالِبٌ menjadi طَالِبَانِ dalam rafa‘ dan طَالِبَيْنِ dalam nashab atau jar. Nun bukan tanda rafa‘ atau nashab; alif dan yalah tandanya. Ya mutsanna didahului fathah, sehingga bunyinya -ayni.
Kila dan kilta memiliki syarat khusus
كِلَا dan كِلْتَا mengikuti i‘rab mutsanna ketika diidhafahkan kepada dhamir: كِلَاهُمَا pada rafa‘ dan كِلَيْهِمَا pada nashab/jar. Jika diidhafahkan kepada isim zhahir, alifnya tetap dan tanda i‘rab diperkirakan, seperti كِلَا الطَّالِبَيْنِ. Jangan menerapkan pergantian alif-ya pada kedua jenis idhafah itu secara seragam.
Bentuk yang disertakan
اِثْنَانِ dan اِثْنَتَانِ mengikuti tanda mutsanna, tetapi disebut mulhaq karena bukan hasil penggandaan satu lafaz tunggal seperti طالب. Dalam idhafah, nun mutsanna dibuang: طَالِبَا الْعِلْمِ untuk rafa‘. Penghapusan ini berkaitan dengan idhafah, bukan dengan jazm—isim tidak menerima jazm.
Pendalaman & batas penerapan
Mutsanna mempunyai syarat pembentukan; tidak semua kata dapat digandakan secara mekanis. Pada tahap ini, bedakan pembentukan kata, tanda i‘rabnya, dan bentuk mulhaq. Ketiganya berkaitan, tetapi merupakan pertanyaan berbeda.
04 Uraikan kalimatnya
حَضَرَ الطَّالِبَانِ
Dua siswa hadir.
Lihat analisis i‘rab
الطَّالِبَانِ: fa‘il marfu‘ dengan alif karena mutsanna. Nun menggantikan tanwin pada bentuk tunggal dalam penjelasan dasar.
سَلَّمْتُ عَلَى الطَّالِبَيْنِ
Aku memberi salam kepada dua siswa.
Lihat analisis i‘rab
عَلَى: huruf jar. الطَّالِبَيْنِ: isim majrur dengan ya karena mutsanna; huruf sebelum ya berfathah.
05 Uji pemahamanmu
Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.
Ubah رأيت الطالب menjadi “aku melihat dua siswa”.
Buka pembahasan
رَأَيْتُ الطَّالِبَيْنِ: objek manshub dengan ya.
Apa tanda rafa‘ كِلَاهُمَا?
Buka pembahasan
Alif, karena kila diidhafahkan kepada dhamir dan mengikuti i‘rab mutsanna.
Mengapa nun hilang pada طَالِبَا الْعِلْمِ?
Buka pembahasan
Karena idhafah. Ini bukan jazm dan bukan penghapusan nun af‘al khamsah.
Kemajuan tersimpan di perangkat ini.
Rujukan pelajaran
Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 55–58 ↗
Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.