Kosakata & istilah pilihan
Gunakan bersama penjelasan pelajaran untuk memahami batas setiap istilah.
1. Membaca tujuan dan adab penyusun ↗
- أَسْتَعِينُ
- aku memohon pertolongan
- مَقَاصِدُ
- pokok-pokok tujuan
- مُوجَزِ
- ringkas
- بِسَبْقٍ
- karena lebih dahulu
2. Kapan ucapan menjadi kalam? ↗
- لَفْظٌ
- lafaz yang diucapkan
- مُفِيدٌ
- memberi faedah utuh
- الْكَلِمْ
- susunan tiga kata atau lebih
- يُؤَمْ
- dimaksudkan
3. Mengenali isim dan fi‘il ↗
- الْجَرِّ
- keadaan jar
- التَّنْوِينِ
- bunyi nun tambahan pada akhir isim menurut ketentuannya
- النِّدَا
- panggilan
- يَنْجَلِي
- menjadi jelas
4. Huruf, madhi, mudhari‘, dan amar ↗
- سِوَاهُمَا
- selain keduanya
- مِزْ
- bedakanlah
- سِمْ
- tandailah
- صَهْ
- diamlah
5. Mu‘rab, mabni, dan sebab bina ↗
- مُعْرَبٌ
- kata yang menerima i‘rab
- مَبْنِي
- kata yang bentuk akhirnya tetap menurut bina
- شَبَهٍ
- kemiripan
- افْتِقَارٍ
- kebutuhan kepada pelengkap
6. Bina pada fi‘il dan huruf ↗
- عَرِيَا
- terbebas
- مُبَاشِرٍ
- langsung melekat
- نُونِ إِنَاثٍ
- nun untuk pelaku perempuan jamak
- الْبِنَا
- bina; tetapnya bentuk akhir
7. Empat keadaan i‘rab dan tanda asal ↗
- الرَّفْعَ
- rafa‘
- النَّصْبَ
- nashab
- الْجَرِّ
- jar
- يَنُوبُ
- menggantikan
8. Asma sittah dan syarat i‘rab huruf ↗
- ذُو
- pemilik
- بَانَا
- terpisah atau terlepas
- النَّقْصُ
- bentuk pendek dengan i‘rab harakat
- يُضَفْنَ
- diidhafahkan
9. Mutsanna dan bentuk yang mengikutinya ↗
- الْمُثَنَّى
- bentuk yang menunjukkan dua
- بِمُضْمَرٍ
- kepada dhamir
- تَخْلُفُ
- menggantikan
- بَعْدَ فَتْحٍ
- setelah fathah
10. Jamak mudzakkar salim dan mulhaq ↗
- سَالِمَ جَمْعِ
- jamak yang mempertahankan bentuk tunggal
- أُلْحِقَ
- diikutkan
- أُولُو
- para pemilik
- السِّنُونَا
- tahun-tahun; alif akhir untuk nazam
11. Kasrah untuk nashab, fathah untuk jar ↗
- يُكْسَرُ
- diberi kasrah
- أُولَاتُ
- para perempuan pemilik
- مَا لَا يَنْصَرِفْ
- isim mamnu‘ minash-sharf
- يُضَفْ
- menjadi mudhaf
12. Lima bentuk mudhari‘ ↗
- النُّونَا
- nun; alif akhir mengikuti nazam
- حَذْفَهَا
- penghapusannya
- سِمَهْ
- tanda
- مَظْلَمَهْ
- kezaliman
13. Isim maqshur dan manqush ↗
- مُعْتَلًّا
- berhuruf akhir ‘illat dalam pembahasan ini
- قُدِّرَا
- diperkirakan
- مَنْقُوصٌ
- isim berakhir ya lazim setelah kasrah
- يُنْوَى
- diperkirakan dalam i‘rab
14. Mudhari‘ mu‘tal akhir ↗
- آخِرٌ
- huruf akhir
- انْوِ
- perkirakanlah
- أَبْدِ
- tampakkanlah
- احْذِفْ
- hapuslah
15. Nakirah dan enam contoh ma‘rifah ↗
- نَكِرَةٌ
- isim yang belum menentukan individu
- مُؤَثِّرَا
- menghasilkan kema‘rifahan
- مَعْرِفَةٌ
- isim yang menentukan acuannya menurut jenisnya
- ذِي
- isim isyarah feminin dalam bait ini
16. Dhamir dan sambungannya ↗
- غَيْبَةٍ
- pihak yang dibicarakan
- حُضُورِ
- pembicara atau lawan bicara
- ذُو اتِّصَالٍ
- yang melekat
- مُضْمَرٍ
- dhamir
17. Na, dhamir tersembunyi, dan bentuk terpisah ↗
- نَا
- kami/kita; fungsinya mengikuti susunan
- يَسْتَتِرْ
- tersembunyi
- انْفِصَالٍ
- terpisah
- إِيَّايَ
- aku pada bentuk dhamir nashab terpisah
18. Kapan dhamir disambung atau dipisah? ↗
- اخْتِيَارٍ
- pemakaian biasa di luar kebutuhan syair
- تَأَتَّى
- memungkinkan
- صِلْ
- sambungkan
- افْصِلْ
- pisahkan
19. Urutan dua dhamir ↗
- الْأَخَصَّ
- yang lebih khusus dalam urutan dhamir
- اتِّحَادِ الرُّتْبَةِ
- kesamaan tingkat
- الْغَيْبُ
- dhamir pihak yang dibicarakan
- وَصْلَا
- penyambungan
20. Nun wiqayah sebelum ya pembicara ↗
- يَا النَّفْسِ
- ya pembicara
- وِقَايَةٍ
- perlindungan
- فَشَا
- banyak dipakai
- نَدَرَا
- jarang dipakai